Dari penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa, Mayoritas faktor mahasiswa yang melakukan cybersex (live chat sex) tersebut, adalah (cognitive needs), yaitu kebutuhan mahasiswa terhadap pengetahuan tentang alternatif seks yang baru, yaitu seks dunia maya (live chat sex) yang tinggi, serta segala sesuatu yang menyangkut bagaimana untuk melakukan live chat sex tersebut.

Mahasiswa membutuhkan atau menyukai sesuatu inovasi terbaru tentang sesuatu, yang menarik baginya.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang tidak menggunakan statistik atau angka-angka tertentu.

Dunia chat sex-70

Dunia chat sex Free porn chat on webcam without registration

Live chat sex ini merupakan suatu cara berhubungan seksual yang aman, bagi para mahasiswa tersebut.

Internet sebagai media komunikasi massa yang dapat banyak menyajikan berbagai layanan cybersex terutama fasilitas live chat sex yang dibutuhkan oleh mahasiswa sehingga nafsu seksual mereka dapat dilepaskan melalui dunia maya ini.

, wah keywordnya memang lucu dan sedikit merasa kepanasan hehe.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kehidupan mahasiswa pada saat ini yang kompleks.

Bahkan perlu memendam rasa rindu di balik tembok karena tak kuasa bertemu.

Namun, sekarang jaman serba canggih, serba instant. Pada zaman dahulu orang jatuh cinta perlu berkorban dengan naik kuda berhari-hari dengan jarak yang sangat jauh untuk menemui sang dicintainya. Mudah2an fasilitas yang canggih ini bisa membuat kita berbahagia, dengan saling mencintai persahabatan dengan tidak berbuat yang berlawanan dengan bermanfaat bagi orang lain. bagi yang udah dapet jodoh atau teman di dunia maya ini. Untuk mendapatkan jodoh perlu adu pedang dan tumpahkan darah. Jaman serba canggih…, cukup dengan sms dengan ketik, lalu jreng. Atau sekarang ada lagi mencari jodohnya dengan berburu masuk room keluar room chat. Bagi cowok yang di cari hanya cewek, bagi cewek yang di cari hanya cowok. Live chat sex dijadikan sebagai sarana untuk melepaskan diri dari stres dan sebagai hiburan.Tidak dapat dipungkiri bahwa seks selalu tetap dibutuhkan bagi siapapun juga, termasuk mahasiswa.Ada lima kategori motif yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu oleh Katz, Gurevitch dan Haas, teori ini merupakan perkembangan dari teori motif Blumler, dikategorisasikan sebagai cognitive nedds, affective needs, personal integrative needs, social integrative needs, dan escapist needs.